Senin, 27 Mei 2013

BERSYUKUR ITU INDAH - Bagian 1



SYUKURI HIDUP APA ADANYA



 Pengantar
Manusia dan Sifat dasarnya

Oleh : Juhdi Mulyadi



Setiap orang tentunya punya cerita dan jalan hidupnya sendiri-sendiri  yang disertai dengan berbagai masalah dan polemik hidup yang harus dihadapi dan diselesaikannya sendiri.
Problematika hidup ini bisa menimpa siapa saja tidak perduli itu orang Elit alias Ekonomi Sulit, atau orang Elit beneran alias Orang Kaya Raya dan juga tidak mengenal agama, bangsa, ras bahkan usia.
Hebatnya, masing – masing orang mengklaim bahwa dirinyalah yang punya masalah paling berat di dunia ini, sehingga dia merasa bahwa dirinya yang paling sial, paling gagal, paling malang, paling tidak berguna bahkan yang lebih parah lagi dia merasa bahwa Tuhan itu tidak adil terhadap dirinya, hehehehe mirip sinetron – sinetron Lebay yang ceritanya dibuat sedemikian rupa sehingga supaya kelihatan dramatis.

Sisa jatah usianya dihabiskan hanya dengan menyesali diri, frustasi, depresi bahkan setiap hari kerjaannya meratapi sang pujaan hati yang sudah pindah kelain hati, akhirnya ... bunuh diri, Ihhhh amit-amit jabang bayi.

Melihat orang lain bahagia dia tambah sengsara, melihat orang lain berhasil dia tambah merasa terkucil, melihat orang lain sukses dia malah stres, melihat tetangganya beli mobil...jantung dia berdegup tidak stabil, orang lain beli rumah mewah dia makin gerah, orang lain jalan-jalan ke luar negeri dia malah nyari racun tikus karena ingin bunuh diri, melihat temannya naik jabatan dia yang uring-uringan,melihat orang lain beli villa dia tambah gila, melihat orang lain punya banyak kos – kosan dia yang malah ngos-ngosan, melihat orang lain beli tanah hektaran dia malah pergi cari pesugihan, melihat tetangganya sukses jadi pengusaha kulit...ehh dia yang dilarikan ke rumah sakit karena jantungnya tiba-tiba sakit sampai akhirnya dia pun ko-it.

Bayangkan, sudah hidupnya sulit dia malah menyibukan diri dengan berpikiran sempit, sudah hidupnya sengsara dia malah membiarkan dirinya jadi hamba dendam membara, sudah hidupnya tidak punya harta dia malah membiarkan dirinya dalam kesesatan yang nyata, sudah hidupnya miskin dia malah sibuk nyari aib orang lain, sudah hidupnya pas –pasan dia malah senang berteman dengan setan.

Dan sebaliknya, orang yang sudah dianugerahkan harta melimpah dia malah tambah serakah, orang yang diamanahi kekuasaan dia malah semakin lupa akan adanya Tuhan, orang yang kaya raya malah hobinya foya-foya, orang yang diberi kelebihan rezeki malah dipakai poligami dan nikah siri, orang yang diberikan kemudahan dalam usaha dan karir dia malah tambah kikir, orang yang diberikan kehidupan mewah dia malah semakin enggan untuk bersedekah dan ibadah, orang yang memiliki banyak rumah dan hektaran tanah dia malah semakin lupa bahwa semua itu adalah amanah, orang yang diamanahi jabatan dan posisi dia malah rajin melakukan korupsi, orang yang diberikan hidup makmur dia malah takabur dan lupa akan bersyukur sampai akhirnya masuk liang kubur.

Itulah yang dinamakan penyakit hati yang abadi, karena merasa punya banyak materi, setiap perempuan bahenol dia ajakin nikah siri padahal dia cuma ingin mencicipi, tidak benar-benar untuk dijadikan isteri hahahahaha ..... itulah akibat dari nafsu yang tak terkendali, dia tidak menyadari bahwa setiap saat ada mengawasi dan semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya pada suatu hari nanti.

S U R A T   A L - I N F I T H A R

82:10. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

S U R A T   A L - F A J R

89:14. sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

S U R A T   A L - Q I Y A M A H

75:36. Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

Namun bagaimanapun juga hidup ini adalah pilihan, terserah kita mau mengambil Jalan yang Lurus ataukah Jalan yang Bengkok, mau berjalan di atas tuntunan Alloh SWT atau berjalan di atas tuntunan setan, mengambil Al Qur’an sebagai teman dan pedoman hidup ataukah menjauhkan diri dari Al Qur’an.

Semua diserahkan kepada kita untuk memilihnya, hanya kita harus menyiapkan diri untuk mempertanggungjawabkan atas pilihan kita tersebut.

Selamat Menentukan Pilihan.






Cikampek, 26 May 2013
Juhdi Mulyadi





SYUKURI HIDUP INI APA ADANYA


Ketika kita dihadapkan pada satu pertanyaan mengenai apa yang menjadi parameter untuk mengukur tingkat kesuksesan hidup seseorang, jawaban atas pertanyaan ini tentunya akan berbeda tergantung kepada siapa pertanyaan tersebut dipertanyakan.

Bila pertanyaan tersebut ditanyakan kepada orang lain maka pada umumnya orang lain akan menilai kesuksesan seseorang itu dengan parameter berupa materi dan status sosial seperti punya rumah  dan mobil yang bagus, gelar, jabatan dan posisi yang tinggi, punya banyak cabang usaha, menjadi orang terkenal, sudah menjadi pengusaha, bekerja ditempat-tempat bergengsi atau ciri-ciri seseorang yang telah sukses juga bisa dilihat dari bentuk perutnya semakin besar perutnya berarti dia semakin sukses katanya [ tapi ini menurut Mitos ].

Contoh ungkapan kekaguman tentang kesuksesan seseorang :
Wah hebat ya si “ ES “ , dia sudah jadi pengusaha sukses, jabatannya Direktur, cabangnya dimana-mana, mobilnya aja ada 5 buah belum lagi rumahnya besar dan mewah terus di Puncak juga katanya punya villa mewah cuma sayang ya wajahnya banyak kutil dan tompelnya, hahahaha.
Lain halnya kalau pertanyaan tersebut ditanyakan kepada orang yang bersangkutan, apakah anda sudah merasa sukses ? pasti jawabannya belum, karena masih banyak target dan obsesi yang belum kecapai dan masih banyak orang yang melebihi dia.

Meskipun dengan pertanyaan yang sama jika dijawab dengan sudut pandang yang berbeda tentunya jawaban akhirnya jadi beda. Jadi apa yang menjadi standard dan parameter kesuksesan seseorang tersebut ? karena kalau kedua jawaban di atas digabung maka esensinya menjadi kabur sehingga bisa disimpulkan bahwa ternyata antara manusia yang satu dengan yang lainnya itu hanya saling menduga.

Namun secara substansi kedua jawaban tersebut mempunyai kesamaan dalam parameter yaitu sama-sama menilai kesuksesan dari segi MATERI DUNIAWI meski dalam standarnya ada perbedaan yang sangat jauh.
Pertanyaan kedua, apakah ada korelasi antara kesuksesan seseorang dengan kebahagiaan dan ketenangan hidup ? artinya semakin sukses seseorang maka ia akan semakin bahagia dan tenang ataukah semakin sukses seseorang maka ia semakin stress dan gelisah?
Mungkin jawaban orang lain akan memilih jawaban pertama dengan logikanya dia, lain  halnya dengan jawaban yang bersangkutan mungkin bisa kedua-duanya atau mungkin juga ada jawaban lain.
Jadi jawaban atas pertanyaan ini pun tidak bisa ditarik korelasi yang pasti karena menyangkut pada perasaan seseorang yang memang tidak bisa diukur hanya dengan menggunakan logika.
Nah, kalau kita gabungkan kedua pertanyaan di atas, apakah kesuksesan seseorang bisa menjamin kebahagiaan hidup ? kalau jawabannya belum tentu, maka apa sebetulnya yang bisa menjamin manusia itu bahagia ? yang jelas jawabannya bukanlah materi atau harta, jabatan, dan kekuasaan.
Kalau seandainya materi bisa menjamin manusia itu bahagia, maka kehidupan ini bisa dikatakan tidak adil, karena manusia yang hidup dalam kekurangan materi bisa dijamin bahwa hidupnya tidak akan bahagia.

Untunglah Allah SWT telah menciptakan system kehidupan ini dengan sangat sempurna, sehingga kekayaan, jabatan,kekuasaan dan status social tidaklah menjamin bahwa manusia itu akan menemukan kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Setiap manusia meskipun memiliki kekayaan yang melimpah, pada akhirnya Jiwanya akan merasakan kehampaan dan kesepian jika manusia tersebut tidaklah mengenal-Nya dan jauh dari-Nya. Setiap saat hatinya akan selalu bertanya tentang kehidupan setelah mati. Rasa takut mati itu yang akan membuatnya terus gelisah dan galau tiada akhir.
Tapi kita patut bersyukur kalau kita masih merasakan kegelisahan dan kegalauan hidup, itu berarti sensor hati kita masih aktif memancarkan sinyal, tinggal apakah kita mau meresponnya ataukah malah membiarkan sinyal itu melemah sampai akhirnya rusak dan tidak berfungsi sama sekali.
Kalau sensornya sudah tidak berfungsi maka kita tidak akan merasakan getaran-getaran halus yang mengindikasikan keberadaan-Nya apalagi berharap untuk bertemu dengan-Nya.

S U R A T   Y U N U S

10:7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

10:8. mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.

S U R A T   A L - I S R A '

17:18. Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

S U R A T   A L - Q A S H A S H

28:60. Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?

28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

S U R A T   A L - A H Q A A F

46:20. Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Kesempurnaan system kehidupan yang Allah ciptakan yaitu dengan adanya penciptaan yang berpasang-pasangan seperti siang dan malam, laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin, dsb. Dari sinilah terjadi suatu mata rantai kehidupan yang terus menerus, dan sebetulnya semua manusia di dunia ini saling membutuhkan dan ketergantungan satu sama lain, tidak ada satu orang manusiapun di dunia ini yang bisa bertahan untuk hidup dan mengerjakan segala sesuatunya sendirian.

S U R A T   Y A S I N

36:36. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

S U R A T   A D Z - D Z A R I A T

51:49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

Pada surat Adz – Dzariat 51:49 di atas sudah jelas bahwa tujuan penciptaan yang berpasang-pasangan adalah untuk ” mengingat kebesaran Allah ”.
Kebesaran Allah disini adalah dengan menciptakan hukum saling meniadakan, contohnya tidak akan ada siang kalau tidak ada malam, tidak akan ada orang kaya kalau tidak ada orang miskin, tidak akan ada pengusaha kalau tidak ada pekerja, tidak akan ada laki-laki kalau tidak ada perempuan, dst.
Artinya kehidupan ini tidak akan ada kalau salah satu dari pasangan tersebut tidak ada, kalau semua orang diciptakan menjadi orang kaya, maka siapa yang mau jadi nelayan, petani, pedagang, guru,kuli bangunan, pembantu, tukang sampah, pekerja dan lain-lain.

Jadi kalau seandainya kita mau memikirkan dan merasakan , betapa Maha Sempurnanya kehidupan di dunia ini, masing – masing manusia mempunyai peran untuk dirinya sendiri dan juga mempunyai peran secara kolektif yang satu sama lain saling terkait tanpa bisa dipisahkan. Sehingga terciptalah kehidupan yang sampai saat ini kita rasakan. Harta dan Tahta hanyalah salah satu unsur yang menjadikan status sosial manusia itu menjadi berbeda [ dimata manusia ] , namun pada  hakekatnya semua manusia itu sebenarnya sama, diciptakan dari bahan baku yang sama, dibekali fasilitas yang sama jadi kalau kita menyadari bahwa sebenarnya sangatlah tidak pantas kalau salah satu merasa derajatnya lebih tinggi dibanding dengan yang lain, misalnya : orang kaya merasa lebih tinggi derajatnya dibanding orang miskin, atau muncul istilah keturunan ningrat, darah biru dsb. Padahal kalau mau dipikir dengan akal sehat, masing – masing manusia punya peran dan fungsi yang berbeda, orang kaya butuh orang miskin dan orang miskin juga membutuhkan orang kaya.

Sebanyak apapun UANG yang kita miliki takkan berarti apa-apa jika tidak ada petani, peternak, nelayan, dan pedagang. Mau makan apa kita ?  Mau bukti ?

Coba saja anda pergi ke Gunung atau Hutan tanpa membawa bekal makanan, bayangkan bahwa anda tersesat, kemudian anda merasa lapar dan haus. Apakah uang banyak yang anda bawa akan bisa membantu ? 

Kalau saya analogikan seperti ini :

Manusia itu kan diciptakan dari setetes mani yang bercampur dengan sel telur, kemudian dari satu sel yang sama terjadi pembelahan sel yang terus menerus sehingga ada yang menjadi tulang, daging, kulit, kepala, mata, telinga,mulut, hidung, tangan, kaki, jantung, otak dan lain-lain yang akhirnya berubah wujud menjadi makhluk yang berbentuk lain yaitu makhluk yang bernama ” Manusia ”. Manusia memiliki organ tubuh bagian dalam dan bagian luar yang masing-masing mempunyai fungsinya sendiri-sendiri, coba anda renungkan betapa harmonisnya kerjasama masing-masing organ tubuh tersebut tanpa mengenal derajat, pangkat, status sosial, tanpa saling ngiri dan tanpa kenal lelah mereka terus menerus menunaikan tugas dan fungsinya masing-masing dengan ikhlas, sehingga terbentuklah sosok manusia yang sehat dan tampilan fisik yang sempurna. Jika salah satu organ tersebut terganggu maka akan terjadi ketidakseimbangan pada tubuh manusia tersebut atau bisa dikatakan si manusia itu dalam keadaan sakit.

Nah, saya pikir analogi tersebut sudah cukup untuk menjelaskan permasalahan hidup sekaligus memberikan solusinya sehingga kehidupan ini akan seimbang dan harmonis, kalau masing – masing orang menyadari tugas dan fungsinya masing-masing serta dapat menunaikan hak dan kewajibannya terhadap pribadi dan lingkungannya tanpa merasa ” lebih dari yang lain ”.
Mau tau tugas dan fungsi kita masing-masing ?

Mari kita sama-sama kembali pada Al Quran sebagai sumber rujukan.

Sekian Milyar manusia yang hidup di dunia ini dengan berbagai macam profesi dan hiruk pikuk aktivitas yang tentunya membuat bumi ini menjadi hidup serta alam yang memberikan fasilitas sekaligus menunjang bagi kelangsungan hidup manusia telah menjadikan Manusia sebagai PENGUASA di Bumi ini.

Hanya sayang kebanyakan manusia itu lupa darimana dia berasal kemana dia akan pergi setelah kehidupan dunia ini berakhir, dan siapakah Yang menciptakan dirinya. Terkadang Akal Sehatnya tidak mampu menjangkau sapaan – sapaan halus Sang Maha Pencipta lewat lautan Kekuasaan-Nya yang terhampar di seluruh penjuru Langit dan Bumi.

S U R A T   A L - M U J A D I L A H

58:19. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.

S U R A T   A L - H A S Y R

59:19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
Bagaimanapun juga manusia itu memang makhluk yang tidak tau diri !
S U R A T   A L - N A H L

16:4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.

S U R A T   A L - A H Z A B

33:72. Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh,

Bagaimanakah seharusnya kita mengambil sikap untuk menentukan pilihan ?

Selengkapnya bisa dibaca di Artikel berikutnya:

Bersyukur itu Indah – Bagian 2


Penulis
Juhdi Mulyadi



Sabtu, 25 Mei 2013

Apa itu SYRIK



JALAN MENUJU SYIRIK

Oleh : Juhdi Mulyadi

Pengantar

Ya…tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita bahwa di setiap daerah pasti ada makam yang dianggap keramat dan pastinya banyak diserbu pengunjung dengan berbagai niat dan tujuan. Makam keramatnya tidak perlu saya sebutkan disini satu persatu. [ Anda bisa cari di mbah google ]





 
Suatu hari saya diajak oleh seorang teman untuk ikut Wisata Rohani atau Ziarah Kubur  ke makam-makam yang dianggap “ Keramat “.
Lalu terjadilah percakapan yang lumayan panjang berkenaan dengan masalah tersebut, berikut rekaman percakapannya.  ** [  S ]  : Saya, [ D ] : Dia **

[ S ]  :  Tujuannya apa ya pergi jauh-jauh ke makam-makam keramat ?
[ D ] :  Ya untuk men-do’a-kan dan mengingat kematian  !
[ S ] : Apakah tujuannya hanya  untuk itu saja ?
[ D ] : Ya , itu saja
[ S ] : Kalau hanya untuk itu saja, kenapa tidak pergi ke tempat pemakaman umum saja ? kan sama-sama     bisa mendoakan dan mengingat kematian malah makamnya lebih banyak jadi kita bisa lebih khusyu dalam mengingat kematiannya.
[ D ] : Ya, gak bisa lah [ dia menjawab agak gelagapan ]
[ S ] : Kenapa gak bisa ? pasti ada tujuan lain ya ?
[ D ] : Mmmmmhhh, ya.. yang kita do’akan, bukanlah orang sembarangan tapi mereka adalah orang-orang sholeh dan siapa tahu kesholehannya bisa nular ke kita yang mendoakannya serta mudah-mudahan kita mendapatkan barokah dan karomahnya. Dan yang lebih penting adalah doa dan hajat kita bisa cepat dikabulkan melalui perantaraannya.
[ S ] : Saya baru tahu kalau kesholehan itu bisa ditularkan apalagi ditularkan oleh orang yang sudah meninggal dunia hehehe, terus bisa tahu darimana dan siapa yang menjamin bahwa yang dimakamkan itu orang yang sholeh terus Sumber referensinya darimana?
Dasarnya darimana, kalau do’a bisa dikabulkan melalui perantara ? dan memang ada yang bisa mendatangkan barokah dan karomah selain Allah SWT ?
[ D ] : ????????.....
[ Dia diam tidak menjawab, saya gak tahu apa yang ada dalam pikirannya].
Itulah cuplikan percakapan antara penulis dan seorang teman, yang mencerminkan bagaimana pola pikir masyarakat yang lebih mengedepankan metode 2 M alias Mitos dan Mistik daripada metode 2 T alias Tafakur dan Tadzakur.
Fenomena inilah yang ingin penulis angkat dalam tulisan ini dengan tujuan untuk membedakan antara metode 2 M dengan 2 T.
Tulisan ini merupakan pengalaman penulis sendiri  yang menurut penulis layak untuk di share, mudah-mudahan bermanfaat  dan tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan seseorang ataupun kelompok tertentu hanya untuk menjadi salah satu alternative bahan renungan tentunya harus dengan menggunakan Logika,Rasionalitas,Perasaan dan Akal Sehat untuk memahaminya secara menyeluruh.
Didasari oleh Surat Al-Anfaal [ 8:8 ] keberanian penulispun muncul untuk menulis tentang Tema ini.

S U R A T   A L – A N F A A L

8:8. Agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.

Cikampek, 24 May 2013
Penulis
Juhdi Mulyadi
Arti Kata
mi.tos
[n] (1) cerita suatu bangsa tt dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tt asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tsb mengandung arti mendalam yg diungkapkan dng cara gaib

mis.tik
[n] (1) subsistem yg ada dl iasm semua agama dan iasm religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dng Tuhan; tasawuf; suluk; (2) hal gaib yg tidak terjangkau dng akal manusia yg biasa


Rabu, 22 Mei 2013

Belajar Tafakur Bagian 2



Mesjid Raya Baiturrahman - Aceh 2010
Adakah Ciptaan Allah yang tidak Bermanfaat bagi Manusia?


Edisi Khusus :
Mentafakuri Binatang – binatang yang dianggap tidak bermanfaat dan cenderung merugikan bagi kehidupan Manusia.









Oleh : Juhdi Mulyadi

 Pengantar
Setelah artikel tentang “ Mentafakuri Kehidupan Lebah “ diterbitkan, ada beberapa komentar yang menarik di FB diantaranya ada yang request mengenai cara mentafakuri binatang – binatang yang dianggap tidak bermanfaat, cenderung merugikan dan sangat menjengkelkan bagi Manusia.
Disini saya mencoba memberikan sedikit pencerahan tentang masalah tersebut dengan merubah cara berpikir kita agar lebih terbuka, Smart dan selalu mengutamakan “ Positif Thinking “.
Dan untuk menghasilkan kesimpulan yang benar dan akurat alias tidak menyesatkan, maka kita harus mengambil referensi yang dijamin keakuratannya juga, betul gak ?. Coba simak baik-baik keempat ayat dibawah ini dengan seksama.

1.     Sumber referensi yang Maha Sempurna dan Akurat yaitu Al Qur’an

S U R A T   I B R A H I M

14:52. (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.


2.     Allah SWT tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia

S U R A T   A L - I M R O N

3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

3.     Allah SWT  menciptakan segala sesuatu dengan Seimbang

S U R A T   A L - M U L K

67:3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

4.     Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran tertentu

S U R A T   A L - F U R Q A A N

25:2. yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

Ada tiga point yang perlu digarisbawahi dan dicermati serta diingat yaitu :

1.     Hanya orang-orang yang “ berakal “ saja yang bisa mengambil pelajaran dari Al Qur’an
[ Apakah kita termasuk didalam kategori tersebut ? hehehe jawab dg jujur ya ! ]
2.     Allah tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia
3.     Allah menciptakan segala sesuatu dengan seimbang dan ukurannya ditetapkan dengan rapi

Cikampek, 20 May 2013




Adakah binatang yang tidak bermanfaat bagi Manusia ?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baiknya kita mentafakuri terlebih dahulu referensi ayat-ayat dibawah ini dengan metode 2 T alias Tafakur dan Tadzakur, masih ingat ? [ Pemahaman dan Penghayatan ].
Jadi mari kita Pahami dan Hayati ayat-ayat berikut ini [ font biru adalah penekanan kalimat agar lebih mudah memahami makna dari ayat tersebut ]:
S U R A T   A L - J A T S I Y A H

45:22. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

S U R A T   A L - H I J R

15:85. Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

S U R A T   T H A H A

20:6. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.

S U R A T   A L - A N B I Y A

21:16. Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.

S U R A T   A R - R U U M

30:8. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

S U R A T   A D - D H U K H A N

44:7. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.

Setelah memahami dan menghayati ayat-ayat di atas, saya yakin bahwa anda sepakat dengan saya bahwa semua kehidupan di alam semesta ini telah ada yang merencanakan secara sempurna dengan ketelitian penciptaan yang maha canggih serta system kehidupan yang didesign dengan tingkat keakuratan yang maha tinggi termasuk system pemeliharaannya yang maha sempurna..
Jadi dibalik kesempurnaan Alam Semesta beserta isinya ada Sang Grand Designer yang telah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

Nah , kembali kepokok bahasan kita,
Terkadang kita sering dijengkelkan dengan kehadiran beberapa jenis binatang di rumah kita baik itu yang mengganggu seperti nyamuk, tikus, lembing, semut dsb, atau yang menjijikan seperti kecoa, lalat, ulat dsb atau juga yang menakutkan seperti ular misalnya.
Secara sepintas kadang kita berpikir kenapa sich Allah menciptakan binatang-binatang menjengkelkan tersebut ?
Saat kita lagi enak tidur terganggu dengan bisingnya suara nyamuk dan gigitannya yang bikin gatal dan kesel. Belum lagi gara-gara digigit nyamuk, kita bisa masuk rumah sakit terus kita harus negeluarin duit banyak lagi buat bayar biaya rumah sakit. Gimana gak bikin keki.... tul..gak ?
Tapi masih untung nyamuknya kecil, coba kalau nyamuknya segede helikopter hehehe apa yang terjadi dengan kita coba? Kayaknya sekali sedot langsung hilang deh kita dari dunia ini.
Terus ada lagi binatang yang bikin kesel yaitu tikus, selain suka nyuri makanan juga suka gigitin kabel barang-barang elektronik kita selain itu tikus juga bisa nyebarin penyakit “ pes “ lewat air seninya.
Bagi yang tinggal di Cikampek Baru ada lagi jenis binatang paling menyebalkan yang rutin datang setiap panen padi tiba yaitu Lembing. Mereka datang pada saat hari mulai gelap dan langsung menyerbu lampu-lampu rumah penduduk, efeknya selain BAU juga kalau nempel di kulit kita, lembing tersebut akan mengeluarkan cairan yang membuat kulit kita panas dan terbakar.
Jadi kalau musim Lembing tiba, maka Cikampek Baru menjadi kota yang gelap gulita hehehe. Dan sampai saat ini belum ada yang tertarik untuk memanfaatkan lembing sebagai komoditi pangan misalnya Peyek lembing, Lembing Rica-rica, Lembing Balado  ataupun Juice lembing karena pasti dijamin tidak ada yang mau beli hahahhaha …. [ Intermezzo ].
Belum lagi Lalat, selain menjijikan juga bisa menyebarkan penyakit , pokoknya bikin Jijai dech. Dan juga kecoa, kalau sampai air kencingnya kena mata kita, dijamin mata kita bengkak.

Dari contoh kasus di atas, mari kita belajar Positive Thinking dan Berpikir secara menyeluruh.
Dengan referensi ayat-ayat di atas yang telah saya kutipkan, tentunya tidak ada yang salah dan sia-sia dengan penciptaan binatang-binatang tersebut hanya kita kurang mencermati dan memikirkannya.
Sebenarnya kita bisa menemukan banyak HIKMAH dibalik penciptaan binatang-binatang tersebut bila ditinjau dari beberapa aspek :
1.    Ditinjau dari aspek Ekosistem [ Design system kehidupan ]
Sistem Kehidupan yang sempurna sudah diciptakan Allah yaitu dengan menciptakan mahluk hidup itu berpasang-pasangan, ada jantan dan betina, ada Pemangsa dan ada yang Dimangsa supaya populasi masing-masing binatang tersebut bisa tetap seimbang.

Sang Pencipta telah membuat program canggih yang berbeda-beda pada masing-masing binatang baik itu dari habitanya maupun dari makanannya.
Ada pemakan daging [ Carnivora ], pemakan tumbuh-tumbuhan [ Herbivora ] dan pemakan segala [ Omnivora ]……coba buka lagi pelajaran Biologi kalau mau detail !
Perlu diingat bahwa masing-masing binatang tersebut tidak akan melanggar ketentuan system yang telah diciptakan Allah. Jadi intinya binatang – binatang tersebut hidupnya akan terus mengikuti sesuai dengan program yang telah ditetapkan Allah SWT.
Binatang pemakan daging tidak mungkin menjadi pemakan tumbuh-tumbuhan [ meskipun dengan alasan mau Diet atau takut kolesterol hehehe ], atau sebaliknya.
S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T   A L - A N ' A A M

6:38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu.  Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

Jadi sebenarnya dalam kehidupan normal binatang tersebut seharusnya begini :
Sebagai contoh :
Nyamuk diciptakan sebagai sumber makanan bagi cicak, kadal, kodok dsb [ jentiknya sumber makanan ikan], dan sebaliknya nyamuk juga bisa menjadi penyebab kematian binatang-binatang lain.
Tikus diciptakan sebagai sumber makanan bagi Ular, Burung hantu dsb, sementara tikus adalah pemakan segala.
Hama tanaman termasuk lembing adalah sumber makanan bagi burung, katak dsb.
Karena habitat predator sudah dijamah manusia [ populasi manusia meningkat cepat ], maka kehidupan menjadi tidak seimbang, jumlah predator semakin menyusut karena sering diburu makhluk yang namanya manusia sehingga populasi binatang penggangu semakin pesat yang akhirnya mengganggu kehidupan manusia itu sendiri.
Tapi kalau manusianya bisa menjaga kebersihan lingkungan maka binatang pengganggu tidak akan ada dan predatornyapun tidak ada.
Contoh kasus
Beberapa kali saya pergi ke Jepang, dan setiap kali saya pergi ke sana saya tidak pernah bertemu dengan nyamuk apalagi digigitnya. Pergi ke tempat makan juga tidak ada lalat satupun, kenapa ? karena mereka selalu menjaga lingkungannya tetap bersih.
Jadi pertanyaannya siapakah sebenarnya yang salah ya ?
Hikmah yang kita dapatkan disini adalah Seharusnya Manusia itu bisa menjaga Kebersihan Lingkungan dan Keseimbangan Alam.
2.    Ditinjau dari aspek Ekonomi [ Kelangsungan Hidup Manusia ]
Dengan diciptakannya binatang-binatang pengganggu tersebut, maka banyak berdiri pabrik-pabrik yang memproduksi produk – produk pemusnah binatang-binatang pengganggu tersebut seperti obat nyamuk dari yang berbentuk bakar, lotion , semprot dan raket. Perangkap tikus dari yang berbentuk lem, kerangkeng dan racun. Obat pemusnah Hama tanaman dan sebagainya.
Belum lagi dengan adanya penyakit seperti Demam Berdarah, Malaria, Pes dan sebagainya, yang diakibatkan oleh binatang-binatang tersebut maka berdirilah pabrik-pabrik obat-obatan, rumah sakit, dan mendatangkan rezeki pula bagi dokter misalnya.

Berapa ribu atau juta orang yang terhidupi dari binatang-binatang yang menjengkelkan tersebut coba hitung sendiri !
Dari sinilah terjadi perputaran rezeki yang tanpa kita sadari membuat suatu perputaran ekonomi yang akhirnya menjadi kehidupan ini semakin berarti.

Dan Hikmah yang lainnya silahkan anda Tafakuri sendiri.
 

Diakhir tulisan ini saya ingin mengajak anda untuk sama-sama kita merenungi ayat berikut ini

S U R A T   A L - H A J J

22:73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

22:74. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Terimakasih dan Semoga bermanfaat

Kembali ke Bagian 1 - Klik Disini !

Wassalam
Cikampek, 22 May 2013
Juhdi Mulyadi

Blog Hidup Untuk Tafakur

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terimakasih para pembaca yang Budiman atas kunjungannya di Blog Hidup Untuk Tafakur ini.

Posting tulisan ini merupakan tulisan original dan bukan merupakan hasil Copy Paste dari Blog , Website atau sumber manapun dengan tujuan untuk memberikan alternative lain dalam mempelajari Agama agar kita bisa menemukan Sang Maha Pencipta dan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap helaan nafas sampai hembusannya yang terakhir.

Kecuali untuk Kategori Buku, IPTEK dan Pengetahuan Umum.

Mari kita hilangkan segala bentuk perbedaan dengan kembali kepada Al-Qur'an sebagai sumber rujukan.

Bila berkenan, silahkan memberikan komentar, saran dan kritik membangun, juga dipersilahkan untuk menyebarkan dan membagikan tulisan ini secara Gratis.

Dan bagi yang mau copy paste tulisan ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya.

Mari kita berbagi Ilmu yang Bermanfaat untuk mendapatkan Rida dan Rahmat dari-Nya.

Wassalam
Penulis
Juhdi Mulyadi

Laman

Sumber Inspirasi Penulis



Belajar Memahami Hidup dengan Metode Tafakur dan Tadzakur.

S U R A T I B R A H I M

14:52. (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

S U R A T A L - I M R O N

3:18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

S U R A T Y U N U S

10:24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.

S U R A T A L - B A Q A R A H

2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T A L - I M R O N

3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

S U R A T A R - R A ' D U

13:3. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T A R - R U U M

30:8. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.


S U R A T A L - A ' R A F

7:146. Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.

7:179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.