Jumat, 10 Mei 2013

Tafakur Bagian 3



Hanya kepada Mu ya Alloh aku mohon petunjuk dan pertolongan

  
Tafakur  
Perjalanan spiritual mencari Ajaran Murni – Seri 3
Mengapa aku pilih Islam ?
Oleh : Juhdi Mulyadi


Aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang biasa-biasa saja baik status sosial maupun dalam beragama.
Pengetahuan tentang agama hanya seputar Rukun Islam dan Rukun Iman plus Ngaji.
Aku tidak ingat kapan pertama kalinya aku melakukan Shalat, Puasa, dan belajar Ngaji, yang jelas tidak ada paksaan dari orang tua untuk melakukannya.
Mereka hanya memberitahu bahwa itu semua adalah kewajiban yang harus dilaksanakan, kalau tidak akan masuk Neraka Jahanam ! Begitulah kira-kira pemahaman awal tentang Agama Islam.

Seiring waktu berjalan, banyak pertanyaan yang muncul begitu saja, mungkin sejak kecil aku terbiasa berpikir kritis kali ya .... hehehehe.
Seperti misalnya pada saat mendengarkan ceramah ustadz dikampungku,
Yang mengatakan bahwa kalau mengamalkan bacaan tertentu dengan jumlah tertentu maka akan mendapatkan pahala sekian kali.
Pada saat mendengarkan itu, secara spontan saya berhitung lantas terus berpikir “ Koq pahala bisa dihitung ya ? “

Terus kalau malam jumat harus baca Yasin untuk hadiah bagi orang-orang yang telah meninggal, kalau takut setan baca ayat kursi.

Moment Lebaran biasanya aku pergi ke makam Orang tua.
Perasaan aneh muncul ketika melihat banyak orang yang baca Surat Yasin di makam ( disamping makam keluarganya ) bahkan bagi yang banyak duit ( tapi ... gak tahu banyak duit apa gak bisa ngaji ding ) yang jelas  tinggal bayar aja “ Penyedia jasa baca doa dan Yasin “ beres dech urusan.
Ya...begitulah, pertanyaan – pertanyaan tersebut terbawa terus sampai aku dewasa.

Singkat cerita, setelah lulus STM aku melanjutkan pendidikan di Bandung.
Disinilah awalnya tumbuh semangat mempelajari Agama Islam, waktu itu aku bertekad bahwa aku tidak mau memeluk Islam hanya karena warisan dari orang tua.
Mungkin karena lingkungan yang mendukung ke arah sana sehingga akupun mulai aktif dalam berbagai kegiatan pengajian dan ceramah agama baik yang Internal maupun Eksternal.

Setiap malam Jumat, hari sabtu dan hari Minggu menjadi agenda rutinku untuk mengikuti kegiatan keagamaan.
Akupun mulai keluar masuk dari jamaah satu ke jamaah lain. Dari sinilah pengetahuan dan wawasanku mulai bertambah tentang Islam. Ternyata banyak sekali golongan – golongan dalam agama Islam ini yang masing-masing merasa bangga dan fanatik terhadap golongannya.
Terkadang setelah masuk salah satu jamaah, kita harus fokus di jamaah tersebut untuk pembinaan sehingga informasi hanya didapat dari jamaah itu saja.

Alasanku kenapa aku tidak menetap pada salah satu jamaah ?
Jawaban pertama, karena pada dasarnya aku tidak menyukai kalau ada figur yang terlalu diagung-agungkan apalagi dikultuskan. Pada saat aku harus berbaiat dengan mengakui pengkultusan gurunya, maka pada saat itu pula aku keluar dari jamaah tersebut.

Karena menurut logikaku, orang-orang yang dijamin ke Shalehanya adalah para Nabi dan Rasul plus orang – orang khusus yang disebutkan Alloh dalam Al Quran. Sementara orang – orang diluar itu perlu dipertanyakan apakah Alloh yang menjamin ataukah rasa fanatik pengikutnya ???

Prinsipku : Setiap Orang siapapun dia, berhak untuk mendapatkan Rahmat dan Cinta Alloh SWT dan berhak pula mencapai derajat Shaleh menurut Alloh SWT.

Jawaban kedua, karena aku orangnya tidak mau terikat ( kayak burung dalam sangkar, atau kayak katak dalam tempurung ) yang melahirkan Taklid Buta dan Exlusivisme sehingga membatasi Objektivitas dalam berpikir . Menurutku Islam dan Al Quran  itu Rahmat bagi seluruh Alam, jadi Islam itu Luas .................. dan yang bisa merasakan itu semua adalah orang-orang yang ber Akal , ber Pikir dan ber Ilmu.

Seperti beberapa contoh firman Alloh berikut ini

S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:269. Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an ) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

S U R A T   A L - I M R O N

3:190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

S U R A T   I B R A H I M

14:52. (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

S U R A T   Y U N U S

10:24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.

S U R A T   F A T H I R

35:37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.

S U R A T   A L - I M R O N

3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

S U R A T   A L - I M R O N

3:18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

S U R A T   A L - ' A N K A B U T

29:41. Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

29:42. Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

29:43. Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.


Petualangankupun terus berlanjut, arahku sedikit demi sedikit mulai berubah aku mulai tertarik untuk mempelajari ilmu supranatural karena terdorong oleh rasa keinginan menjadi orang sakti ( kebanyakan nonton film Indonesia .... hehehehehehe ). Tapi...serius, aku mulai bertanya-tanya dan nyoba-nyoba nyari tahu ke paranormal dan browsing di internet.
Dan terus terang waktu itu aku sangat percaya dengan hal-hal seperti itu, akupun mulai rutin mengunjungi beberapa paranormal untuk sekedar sharing dan kalau ada hajat ( bukan buang hajat ) biasanya dibawa ke ruang khusus kemudian si paranormal diam sambil memjamkan mata dan baca – baca manteranya, setelah itu keluarlah nasehat-nasehatnya.
Dan luar biasanya pada saat pulang dibekali isim atau benda pusaka , atau batu akik ,katanya : “ Ini buat jaga-jaga saja , kamu pegang ya tapi saat buang air, benda ini harus dilepas !” karena yang mengisi benda tersebut  akan pergi. ( karena bau kali ya ...hehehhehehe )


Kemudian akupun masuk ke salah satu Tarekat sekitar satu tahun aku berkecimpung didalamnya termasuk mengamalkan amalan-amalan yang diperintahkan, namun akhirnya kembali aku keluar dari tarekat tersebut.
Untuk kali ini alasan aku keluar akan aku bahas dalam tema tersendiri pada seri khusus.

Kembali pada sub tema kali ini yaitu Mengapa aku pilih Islam ?
Kalau ada kata “ pilih “ tentunya harus ada sesuatu yang lebih dari satu, kemudian kita pilih yang terbaik dengan cara membandingkan antara yang satu dengan yang lain.
Jadi kalau ada yang bertanya atas pilihan kita, maka kita dapat mengemukakan alasannya secara detail dan rinci dengan data akurat yang bisa dipertanggung jawabkan. Berbeda kalau dipilihkan oleh orang lain, pasti jawabannya pakai kata “ mungkin “ , “ katanya “ dan kata-kata lain yang mencerminkan ketidak tahuan dan ketidak yakinan.

Jadi berawal dari situlah aku mulai berburu berbagai macam artikel di Internet termasuk juga mengoleksi buku-buku agama dengan pemikiran modern yang cocok dengan karakterku salah satunya adalah Serial Diskusi Tasawuf Modern .
Supaya tidak berasumsi negatif akan aku jelaskan sedikit tentang yang dimaksud dengan pemikiran modern menurutku yaitu pemikiran dengan megaktifkan seluruh potensi diri berupa Akal, Pikiran dan Rasa dengan lebih mengedepankan dalil dari Al Quran untuk menjawab seluruh persoalan hidup secara Rasional dan Proporsional. Berbeda dengan pemikiran Tradisional yang lebih mengutamakan Dogma dan lebih cenderung melahirkan Taklid man – taklid man.

S U R A T   A L - M A A I D A H

5:104. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya".  Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?

Ayat di atas menggambarkan bahwa memang berat dan sulit untuk mengkritisi kebiasaan atau tradisi karena pola pikir yang sudah terbentuk sedemikian rupa sehingga cara berpikir dibatasi oleh rasa takut yang berlebihan dan tidak beralasan.

Ada contoh lucu yang pernah aku alami, dulu aku pernah naik gunung Ciremai ceritanya mau Tadabur Alam, ditengah perjalanan menuju puncak saya terheran-heran melihat banyaknya kantung-kantung plastik dan botol-botol plastik yang berisi air kencing bergelantungan di dahan-dahan pohon sampai penuh. Aku sih kalau kebelet, langsung saja tidak pakai dibungkus-bungkus segala.
Rasa penasaranku terjawab setelah aku dan rombongan kembali turun gunung dan bertanya pada pemilik warung.
Ternyata menurut dia, waktu itu ada pendaki gunung yang baru turun tiba-tiba anunya membesar gara-gara kencing sembarangan. Sejak saat itu cerita menyebar dan akhirnya setiap pendaki gunung kalau buang air kecil harus pakai kantung atau botol plastic lalu digantung di pohon dech…..
Aneh ya….masa Pecinta Alam malah Mengotori Alam karena takut Dedemit hehehehehehehhe

Contoh ke dua waktu aku ke Gunung Bromo, disana terpampang tulisan besar “ Dilarang Kencing menghadap ke Gunung Bromo “.
Tapi karena aku kebelet terus tidak ada WC Umum disekitar situ dan yang paling penting aku gak percaya ! akhirnya jadi juga buang air kecil sambil menghadap Gunung Bromo hehehehehehe, tapi gak ada apa-apa tuh.

Ya…begitulah masyarakat kita yang masih mempercayai Mitos dan Tahyul, meskipun sudah memeluk Islam tetap saja hal-hal Mistis tidak bisa hilang.

Tidak ada komentar:

Blog Hidup Untuk Tafakur

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terimakasih para pembaca yang Budiman atas kunjungannya di Blog Hidup Untuk Tafakur ini.

Posting tulisan ini merupakan tulisan original dan bukan merupakan hasil Copy Paste dari Blog , Website atau sumber manapun dengan tujuan untuk memberikan alternative lain dalam mempelajari Agama agar kita bisa menemukan Sang Maha Pencipta dan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap helaan nafas sampai hembusannya yang terakhir.

Kecuali untuk Kategori Buku, IPTEK dan Pengetahuan Umum.

Mari kita hilangkan segala bentuk perbedaan dengan kembali kepada Al-Qur'an sebagai sumber rujukan.

Bila berkenan, silahkan memberikan komentar, saran dan kritik membangun, juga dipersilahkan untuk menyebarkan dan membagikan tulisan ini secara Gratis.

Dan bagi yang mau copy paste tulisan ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya.

Mari kita berbagi Ilmu yang Bermanfaat untuk mendapatkan Rida dan Rahmat dari-Nya.

Wassalam
Penulis
Juhdi Mulyadi

Laman

Sumber Inspirasi Penulis



Belajar Memahami Hidup dengan Metode Tafakur dan Tadzakur.

S U R A T I B R A H I M

14:52. (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

S U R A T A L - I M R O N

3:18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

S U R A T Y U N U S

10:24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.

S U R A T A L - B A Q A R A H

2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T A L - I M R O N

3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

S U R A T A R - R A ' D U

13:3. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T A R - R U U M

30:8. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.


S U R A T A L - A ' R A F

7:146. Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.

7:179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.