Minggu, 09 Juni 2013

Apa itu Ikhlas



MARI BELAJAR IKHLAS





Oleh : Juhdi Mulyadi





IKHLAS....
Siapakah sebenarnya dirimu ?

Banyak orang yang mengenalmu
Namun tak banyak orang yang tahu siapakah sebenarnya dirimu

Banyak orang yang menyebut-nyebut namamu
Namun begitu banyak orang yang tidak mampu menjangkaumu

Banyak orang yang bersembunyi dibalik nama indahmu
Namun hanya untuk mencapai keinginan dan tujuan tertentu

Banyak orang yang mau berbagi dengan mengatasnamakan dirimu
Namun dalam hatinya terselip keinginan akan sesuatu yang membuat namamu seolah-olah palsu

Wangi semerbak aroma tubuhmu
Namun tak mampu membuat orang-orang mengenali jati dirimu

Ohhh...IKHLAS....
Siapakah sebenarnya dirimu ?







BAHASAN

Lawan kata Ikhlas adalah Pamrih.
Jadi Ikhlas itu adalah melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu tanpa Pamrih semata-mata karena menjalankan suatu tugas dan kewajiban atas perintah tersebut.

Pada prakteknya dalam kehidupan sehari-hari adalah seseorang yang ikhlas akan menunaikan tugas dan kewajibannya secara profesional dengan menunjukkan kualitas terbaiknya meskipun dilihat ataupun tidak oleh sang pemberi perintah.

Begitupula dalam kehidupan beragama, seseorang yang Ikhlas akan menjalani kehidupan di dunia ini secara profesional dengan melakukan semua tugas dan kewajiban serta menjalankan perintah hanya semata-mata mengharapkan keridhaan dari Sang Maha Pencipta tanpa embel-embel.

S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:272. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Berbeda dengan seseorang yang terbiasa dengan Pamrih, maka setiap melakukan sesuatu, pasti mengharapkan pamrih dan kalau tidak diiming-imingi sesuatu, dia tidak akan mau melakukannya meskipun itu bersifat kewajiban dan perintah. Seseorang yang pamrih selalu berorientasi pada keuntungan semata, misalnya dia mau bersedekah, dia berpikir ada keuntungan berlipat ganda yang akan dikembalikan ke kantongnya, dia mau shalat dhuha karena ingin rezekinya dilancarkan , dia mau tahajud karena ingin mendapatkan karomah dan segala hajatnya bisa terpenuhi, dia mau mengamalkan amalan tertentu dengan jumlah tertentu karena ingin mendapatkan kekayaan, dia melakukan puasa karena ingin naik jabatan atau punya hajat tertentu, dia melakukan ibadah haji karena ingin doanya dikabulkan dan meningkatkan status sosial di masyarakat.
Orang yang pamrih biasanya lain di mulut lain di hati, atau terjadi ketidaksinkronan antara hati dan mulutnya. Inilah salah satu penyakit yang berbahaya dan jika dibiarkan kronis maka akibatnya akan parah, kesombongan akan menjalari hatinya yang pada akhirnya hatinya tidak akan berfungsi, dia berasumsi bahwa Tuhan itu ada hanya pada saat dia bahagia, terkabulnya semua doa, terkabulnya semua keinginan sesuai dengan harapannya, diluar itu dia beranggapan bahwa Tuhan tidak adil, tidak mau mengabulkan doa, Tuhan menjauhinya, dan sebagainya.

Perbedaan yang mencolok antara Ikhlas dan Pamrih terletak pada “ tujuan akhirnya “, yaitu kalau Ikhlas tujuan akhirnya adalah hanya Allah SWT, apapun hasilnya itulah yang terbaik yang Allah berikan kepadanya [ Full Berserah diri ],  sementara Pamrih tujuan akhirnya adalah tercapai obsesinya, kalau obsesinya tidak tercapai maka dia akan uring-uringan, ngambek, protes , mogok ibadah , dan sebagainya

BELAJAR PRAKTEK IKHLAS DALAM MEMBERI

Pada saat kita mau beramal dengan memberikan sebagian dari rezeki kita kepada orang yang membutuhkan, maka tanamkan dalam hati kita bahwa rezeki yang kita dapatkan itu semua adalah dari Allah SWT, hilangkan rasa memiliki secara berlebihan terhadap segala sesuatu, lupakan keuntungan apalagi berharap untuk dikembalikan secara berlipat ganda, yakinlah bahwa rezeki yang ada pada kita itu merupakan salah satu ujian serta yakinlah bahwa Allah Maha Tahu akan kebutuhan kita dan akan memberikan yang terbaik buat kita meskipun kita tidak meminta Allah akan memberi sesuai dengan kebutuhan kita.

Coba renungkan asal muasal rezeki yang saat ini kita dapatkan, apakah murni dari hasil usaha kita ?
Mari kita coba menelusurinya :
Kita bekerja disebuah perusahaan , kemudian kita mendapatkan gaji [ rezeki ] dari sang pemilik perusahaan tersebut, sampai disini apakah kita berpikir bahwa perusahaan itu yang memberikan rezeki ? tentu tidak karena proses penelurusan masih perlu kita lanjutkan ke tahap berikutnya. Perusahaan bisa beroperasi dengan baik tentunya kalau ada bahan baku, nah darimanakah bahan baku tersebut didapatkan ? dan siapakah yang Menciptakan bahan baku tersebut ? Apakah kita yang menciptakannya ?

Setelah kita bisa menjawab pertanyaan terakhir tersebut, apakah kita masih berpikir bahwa rezeki yang kita dapatkan adalah hasil murni dari usaha kita ? Kalau seandainya bahan baku tersebut dihilangkan oleh Sang Penciptanya, bagaimana ?

S U R A T   A N - N I S A '

4:132. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

Dengan proses ini diharapkan bahwa rasa Ikhlas itu akan terjadi, karena kita sudah bisa merasakan bahwa kita adalah makhluk yang tidak berdaya dan tidak memilki apapun kalau tanpa anugerah dari Sang Maha Pencipta. Jadi untuk berbagi kita tidak perlu berpikir dan berharap untuk dikembalikan berkali lipat ! Tapi kalau kita masih tetap ngotot ingin dikembalikan, maka kita ini memang makhluk yang tidak tahu diri!
Mari kita sama-sama Belajar Memahami ada apa sebenarnya dibalik perintah BERSEDEKAH itu. Sedekah diperintahkan Allah supaya manusia tidak berbuat kedzoliman terhadap manusia lain dan supaya terjadi pemerataan kesejahteraan, untuk itulah Allah mengharamkan praktek Riba.

S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:276. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Kenapa demikian ? Ya karena itu semua adalah ujian bagi si Miskin dan si Kaya karena kehidupan ini memang sudah di design dengan sedemikian rupa, agar terlihat siapakah yang bisa lulus dalam ujian tersebut. Maka dari itu Allah menggambarkan sifat manusia yang rakus dan rasa memilikinya yang berlebihan alias kikir atau dalam  bahasa Indianya Meregehese, hehehehehe.....sudah Pelit....Tulalit lagi.

S U R A T   A L - N A H L

16:71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?

Allah memberikan Motivasi kepada siapa yang mau Bersedekah melalui perumpamaan yang disebutkan pada surat 2 : 261 berikut ini.

S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Tapi pada dasarnya emang manusia itu rakus alias kemaruk, ayat di atas malah dijadikan sebuah Formula Matematis yang hasilnya begitu Fantastis, coba saja anda bayangkan jika kita besedekah Rp. 1 juta maka hasil yang akan Allah kembalikan pada kita akan menjadi Rp. 700 juta. Huh…ada-ada saja ya manusia itu, sudah tak tahu diri malah tidak mau introspeksi akhirnya tidak mau memahami padahal ayat tersebut sudah jelas hanya perumpamaan dan pada bagian akhir ayat tersebut dijelaskan “ bagi siapa yang Dia kehendaki “ karena Allah Maha Mengetahui siapa yang Ikhlas dan siapa yang Pamrih. Ada yang mengatakan dengan menggunakan kata-kata yang indah “ Ikhlas itu bukan tidak mengharapkan Imbalan “, meskipun dibungkus dengan kalimat yang indah namun tetap saja aroma ikhlasnya tidak bisa tercium. Sebaiknya adalah “ Ikhlas itu Berserah Diri setelah kita melakukan kebajikan, dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik apapun itu karena Allah Maha Tahu segala kebutuhan kita “

Allah akan memberikan pahala berlipat ganda bagi siapa yang Dia kehendaki, dalam bentuk apa dan kepada siapa ?  Allahu ‘alam bishawab.
Perhatikan ayat berikut ini :

S U R A T   A L - M U D A T S I R

74:6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

S U R A T   A N - N I S A '

4:134. Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Berikut adalah ayat-ayat tentang Sedekah yang bisa kita simak bersama :

S U R A T   A L - H A D I D

57:18. Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:262. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

2:263. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

2:264. Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

2:271. Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

2:274. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

S U R A T   A N - N I S A '

4:114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.  Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

S U R A T   A T - T A U B A H

9:79. (Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

APA ITU IKHLAS ?
Pada surat An-Nisa’ 4 : 125 berikut ini dijelaskan bahwa betapa pentingnya Ikhlas dalam Beragama, karena dengan Ikhlas maka ia akan mencapai tingkatan tertinggi dalam agamanya yang tentunya harus disertai dengan menjalankan segala ketentuan yang telah Allah tetapkan.

Jadi Ikhlas itu adalah suatu sikap full Berserah Diri dengan kesadaran penuh hanya kepada Allah semata, dimana orientasi hidupnya pun hanya untuk mendapatkan keridhaan - Nya sehingga apapun yang dia lakukan tujuannya tetap fokus pada yang satu yaitu Sang Maha Pencipta, Sang Pemilik segala sesuatu.

Orang yang Ikhlas akan selalu menyadari bahwa dia tidak memiliki sesuatu apapun, dia akan selalu menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara maka dia akan mengisi kehidupannya dengan efektif, dia akan menjadikan dan mengendalikan dunia ini untuk mencapai target kehidupan di masa depannya yaitu Akhirat.

Orang yang Ikhlas akan selalu menyadari bahwa ada yang selalu mengawasi dalam hidupnya dan selalu mencatat segala perbuatannya.

Orang yang Ikhlas akan selalu menyadari bahwa apa yang dia dapatkan adalah bukan berasal darinya, untuk itu dia memiliki hobby selalu berbagi  dengan sesama karena dia menyadari bahwa semua itu bukanlah miliknya sehingga tidak terlintas sedikitpun dalam hatinya untuk minta kembali karena dia yakin bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Orang yang Ikhlas akan memberikan hidupnya untuk diatur dan dibimbing oleh Sang Penciptanya karena dia selalu menyadari bahwa dia tidak memiliki daya  dan kemampuan apapun.
Orang yang Ikhlas akan merasakan sensasi kenikmatan dan kebahagiaan hidup disaat memberi dan berbagi terhadap sesama.
“ Tiada hari tanpa memberi dan berbagi “ , itulah slogan hidup orang yang Ikhlas.

Berikut adalah ayat-ayat tentang Ikhlas, yang mudah-mudahan bisa merubah pola pikir kita selama ini yang hanya berorientasi pada Untung dan Rugi sehingga tertipu oleh kehidupan duniawi.

S U R A T   A N - N I S A '

4:125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

4:146. Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

S U R A T   A L - B A Q A R A H

2:139. Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,


S U R A T   A L - M A A I D A H

5:85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

S U R A T   A L - A ' R A F

7:29. Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)".

S U R A T   A T - T A U B A H

9:91. Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

S U R A T   Y U N U S

10:105. dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.

S U R A T   A L - H A J J

22:31. dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.

22:32. Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.

S U R A T   S A B A '

34:46. Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.
Akhirnya Mari kita sama-sama :
Aplikasikan Ikhlas ini pada setiap aktivitas dalam kehidupan kita baik dalam bermuamalah maupun dalam beribadah termasuk dalam berdoa tentunya.
Dan manfaatkan setiap detik waktu kita untuk menabung amal baik, bagi kehidupan dimasa yang akan datang yang kekal dan abadi yaitu kehidupan di Akhirat.
Jadikan hanya Allah semata sebagai tujuan kita, karena inilah Tauhid yang sebenar-benarnya Tauhid.

Mari kita bersikap dewasa dalam beragama, jangan seperti anak kecil yang selalu meminta dan harus selalu diiming-imingi dengan sesuatu hadiah !


Mari kita sama-sama mencoba !
Semoga bermanfaat




Cikampek , 09 June 2013
Wassalam
Penulis
Juhdi Mulyadi


Tidak ada komentar:

Blog Hidup Untuk Tafakur

Assalamualaikum Wr. Wb.

Terimakasih para pembaca yang Budiman atas kunjungannya di Blog Hidup Untuk Tafakur ini.

Posting tulisan ini merupakan tulisan original dan bukan merupakan hasil Copy Paste dari Blog , Website atau sumber manapun dengan tujuan untuk memberikan alternative lain dalam mempelajari Agama agar kita bisa menemukan Sang Maha Pencipta dan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap helaan nafas sampai hembusannya yang terakhir.

Kecuali untuk Kategori Buku, IPTEK dan Pengetahuan Umum.

Mari kita hilangkan segala bentuk perbedaan dengan kembali kepada Al-Qur'an sebagai sumber rujukan.

Bila berkenan, silahkan memberikan komentar, saran dan kritik membangun, juga dipersilahkan untuk menyebarkan dan membagikan tulisan ini secara Gratis.

Dan bagi yang mau copy paste tulisan ini, mohon untuk mencantumkan sumbernya.

Mari kita berbagi Ilmu yang Bermanfaat untuk mendapatkan Rida dan Rahmat dari-Nya.

Wassalam
Penulis
Juhdi Mulyadi

Laman

Sumber Inspirasi Penulis



Belajar Memahami Hidup dengan Metode Tafakur dan Tadzakur.

S U R A T I B R A H I M

14:52. (Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

S U R A T A L - I M R O N

3:18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

S U R A T Y U N U S

10:24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.

S U R A T A L - B A Q A R A H

2:164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T A L - I M R O N

3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

S U R A T A R - R A ' D U

13:3. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

S U R A T A R - R U U M

30:8. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.


S U R A T A L - A ' R A F

7:146. Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.

7:179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.